Killing Party

tempat saya membackup ide dalam kepala

Tuesday, October 02, 2007

sistem grading dan menang-kalah

'dont chase the belt. belt only covers you 3 inch from your ass'
- royce gracie


fransino tirta of synergy dapat promosi purple belt kemarin minggu 30 sept 2007. memang dia termasuk seorang jenius beladiri.. selalu haus akan esensi beladiri sehingga mencoba hampir semua fight sport+beladiri yang ada..

niko han selalu bilang, jangan cari sabuk. persis seperti yang dibilang royce gracie. sabuk akan datang dengan sendirinya.. yang kita butuhkan adalah spar, spar, dan spar alias latihan dan latihan.

bagaimanapun dalam hidup, saya percaya proses adalah segalanya. the journey, not the destination kalo kata orang pengembara, yang quotenya juga tepat dipakai dalam kehidupan secara keseluruhan. kita jauh sebelum berlari belajar merangkak dahulu. dan sebelum bisa jalan juga kita akan banyak terjatuh dalam prosesnya.

sistem grading hanya menunjukkan posisi seberapa 'matang' seseorang dalam satu bidang kehidupan tersebut. staff > supervisor > kepala seksi > kepala bagian dst dst. dengan grading, peta 'kekuatan' menjadi jelas : fransino sudah melewati level saya jauh2 hari sebelumnya. apa yang saya rasakan saat2 ini, itu sudah dilalui oleh sino, dan saya rasa dengan jatuh bangunnya juga. sistem grading lah yang termasuk memberitahukan saya akan hal ini.

kadang-kadang sistem grading ini membuat 'panas' (yang bisa diarahkan ke hal positif) seseorang yang, katakanlah bertipe KOMPETITIF. saya sadari dalam beberapa tahun belakangan ini, ada sifat saya yang kompetitif. selalu mencari 'lawan' sebagai benchmark pencapaian sesuatu. dan menghadapi lawan saat dia datang 'menantang saya' pada satu bidang kehidupan saya. sistem grading membantu orang bertipe kompetitif seperti saya untuk bisa membaca peta : sudah lewat dan ga level, ASAP dan boleh dilawan, 2 tahun lagi pencapaian dan mencari jalan yang efektif untuk itu, atau wah ini sih terlalu jauh untuk dilawan. meski berpegang pada sistem grading sebagai guidance, saya heran kenapa saya selalu panas jg jika kalah, meski sama seseorang yang lebih jago.. (bayangkan saat saya kalah ama orang yang di bawah saya... betapa itu lebih menyesakkan). akibatnya langkah2 yang saya ambil adalah salah satunya menarik diri..analisa segala hal tanpa turun gelanggang lagi. pendek kata, saya ga akui kekalahan saya.

the fear of losing removes the desire to win sekarang saya pegang quote Felipe Costa of Brasa ini. ada 1 ketakutan yang tidak boleh timbul dalam diri kita : takut kalah. kalau anda seorang yang kompetitif, mungkin ini bisa membantu anda. itulah esensi dari kompetisi: ada yang menang dan ada yang kalah. kekalahan akan memberi awareness untuk kita.

belajar mengakui dan menerima kekalahan, mungkin itu langkah awal seorang yang kompetitif untuk akhirnya berlari mencapai kemenangan.

http://www.graciemag.com/news/145/ARTICLE/7823/2007-08-13.html

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

jadi inget pas naek tingkat ke ban biru berabad-abad lalu. haha! sementara yang laen cuma 3x battle sesama jenis kelamin, gwa satu2nya cewek yg harus lawan 2 cowok sesama ban ijo dan 2 cewek ban biru. ga mikir menang, cuma mikir 'kapan lagi gwa boleh gebukin anak orang dengan bebas begini?!'.

waktu itu gwa cuma pengen andai fight club ada di kota gwa...

Feb 21, 2009, 5:05:00 AM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home