Killing Party

tempat saya membackup ide dalam kepala

Thursday, November 09, 2006

broken window theory

broken window theory adalah teori yang menjelaskan bagaimana masyarakat bisa terseret secara massif ke level 'sampah dan no future'. teori ini pertama kali memang bercerita tentang jendela rusak an sich/secara literal, dimana di suatu neighborhood jika ada sebuah rumah/gedung yang berjendela rusak dan tidak segera diperbaiki, maka rumah/gedung tersebut akan segera lambat laun menjadi sarang penjahat. penjahat dan vandal akan memecahkan lebih banyak jendela dan hal ini akan mempengaruhi neighborhood tersebut, dimana efek negatifnya akan semakin meluas. teori ini buat saya sangat masuk akal dan menjelaskan fenomena yang terjadi di kehidupan nyata. teori ini menjelaskan hampir seluruh hal negatif yang bisa saya pikirkan saat ini: buang sampah sembarangan, karena sudah ada beberapa sampah yang dibuang orang di daerah itu, manjat dan naik di atap kereta, pengemis, pelanggaran rambu lalu lintas dsb. semua itu karena seseorang sudah melakukan terlebih dahulu dengan bebas, dan yang lain jadi ikut-ikutan melakukannya. hal negatif tersebut menjadi massif dilakukan oleh masyarakat.

best practice yang dicatat dalam buku 'tipping point' dalam mengatasi kriminalitas dengan didasari teori ini dilakukan oleh kepolisian wilayah kumuh di amerika, kalo tidak salah bronx. kepala polisi ini saya nilai cukup dingin dalam menganalisa masalah. ia menganalisa masalah dan mengambil teori ini (teori yang dikemukakan oleh James Wilson dan George L. Kelling pada tahun 1982. damn, kenapa baru tahun ini saya dengar?) bahwa untuk mengatasi kriminalitas di kereta bawah tanah, pemerintah harus memperbaiki dan mengganti gerbong-gerbong yang rusak dan mati lampunya, mempertegas hukuman kepada penumpang tanpa tiket, dan membersihkan daerah stasiun dan gerbong dari coret-coretan graffiti. brillian! dan bagaimana ia menangani graffiti, saat graffiti telah 100% jadi, jangan sampai menunggu 1 hari graffiti tersebut harus segera dihapus! fuck man! bikin gondok dan kapok para bomber banget tuh.

seorang teman yang kerja di malaysia bercerita bahwa secara kualitas manusia, malaysia tidak jauh beda dari indonesia. tetapi menurut dia malaysia maju dalam sarana prasarana dan infrastuktur. kota KL sangat bersih dan teratur, dengan fasilitas yang lengkap. kamu tahu nggak, pemerintah malaysia entah sadar atau tidak menerapkan teori 'broken window' untuk menjaga stabilitas negaranya. kita jangan heran mungkin kualitas manusia saat ini masih sama dengan indonesia, tapi suasana kondusif dimana tidak ada 'jendela rusak' di wilayah malaysia akan menyebabkan percepatan kualitas manusia di sana. dan kita bahkan tidak ambil pusing dengan 'jendela rusak' kita... bahkan 'genteng rusak' dan 'pintu rusak' sejak lama pun sudah tidak berasa oleh kita.

untuk saya, saya akan menjadi lingkungan terkecil yang bisa saya tangani untuk menjaga seluruh aspek 'jendela rusak' tidak muncul dan akhirnya tidak menular. bagaimana dengan anda? tidak ada kata terlambat bukan? ZERO TOLERANCE UNTUK SEMUA NEGATIVISME!

1 Comments:

Anonymous broto said...

Saya baru tahu juga..hehe dan ini menjawab beberapa pertanyaan saya ttg kualitasn dan plagiatisme mayrakat kita serta memotivasi kita untuk 'memperbaiki jendela' rumah. Tak usah jauh2, rumah kita sendiri.

Nice writting.

Apr 5, 2007, 9:47:00 PM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home